Oleh: sonialis | 17 September, 2009

“Kapan Kita ke Panti Asuhan lagi”

Rabu (9/9) pagi, kawasan parkiran depan gedung YIS (Yari International School) Jalan Batang Kandis No 3-5, Padang Baru, dijejali mobil-mobil yang bersiap menuju dua Panti Asuhan Puti Bungsu, Siteba dan Panti Asuhan Bundo Saiyo, Lubukminturun.

Delapan mobil bertolak ke Bundo Saiyo dan tujuh mobil berangkat ke Puti Bungsu di daerah Maransi, Siteba. Kedua iring-iringan mobil dilepas Ketua YARI (Yayasan Anak Republik Indonesia), Yusticia Katar.

Sampai di Maransi puluhan siswa-siswi primary (setingkat SD) dan kindergarten (setingkat TK) membaur tanpa sungkan dengan anak-anak Puti Bungsu. Rombongan diajak masuk ke sebuah rumah yang sekaligus menjadi kantor.

Di rumah ini juga terdapat televisi, enam dipan untuk tidur anak laki-laki yang masih kecil dan satu kamar mandi. Di bagian depan, berdiri rumah panggung papan dan mereka sebut sebagai mushala. Di sisi lain mushalla terdapat dua kamar untuk anak perempuan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: sonialis | 20 Maret, 2009

Minum Teh Hitam

outea

outea

Di antara sekian banyak jenis minuman, teh merupakan jenis yang memberikan begitu banyak manfaat. Kebiasaan meminum teh hitam , misalnya dapat menjadi upaya terbaik bagi pencegahan penyakit berat yang disebabkan gaya hidup seperti jantung, kanker dan diabetes.
Salah satu penyebab timbulnya penyakit tersebut adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan yang dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh. Kondisi tersebut merangsang percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit berat lainnya seperti penyakit jantung dan kanker.

Untuk menghindari atau menekani risiko mengidap penyakit jantung koroner, kanker, diabetes dan penyakit sejenis yang disebabkan radikal bebas, menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr. Ali Khomsan, dapat dilakukan upaya terbaik dengan memilih cara tradisional. Salah satunya adalah mengonsumsi minuman alami yang dapat mengurangi radikal bebas seperti teh hitam.

”Memang benar teh hitam atau ’black tea’ mempunyai manfaat seperti menurunkan resiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah,” kata Ali.
Apa itu Ou Tea? Merupakan teh hitam yang ditanam di pegunungan dan hanya diambil tiga pucuk daun teh tertinggi yang masih muda dan melalui tiga tahap proses produksi untuk menghasilkan kandungan-kandungan yang sempurna.

Baca Lanjutannya…

Oleh: sonialis | 20 Maret, 2009

Pekan Raya Caleg

Memang agak telat jika ini dimunculkan dalam realitas. Pekan Raya Caleg atau PRC. Mungkin awalnya karena selalu mengunjungi arena Pekan Raya Padang (PRP) yang hampir setiap tahun dibentang pemerintah kota/provinsi. Bahkan kunjungan ke PRP itu hampir setiap hari, selama satu pekan, saya kunjungi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: sonialis | 26 Desember, 2008

Bursa Efek Cari Pemodal Lokal

Saatnya masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia. Sebab, krisis global ternyata membawa hikmah perlunya penguatan pemodal lokal pada Bursa Efek Indonesia (BEI atau Indonesia Stock Exchange/IDX). Selama ini BEI didominasi pemodal asing yang loyalitas dan nasionalismenya minus.

Kadiv Riset dan Pengembangan Produk DX BEI, Kandi Sofia S Dahlan menyatakan pada acara workshop wartawan bertema Pasar Modal sebagai Investasi Pilihan, di Hotel Pangeran, Rabu (24/12).

”Pemodal lokal asal Indonesia harus kita gaet sebanyak mungkin. Belajar dari negara yang bursa efeknya dipenuhi pemodal lokal, imbas krisis global sedikit pun tidak menggoyahkan mereka. Sebab, tak ada pemodal asing yang ramai-ramai menarik investasinya dari bursa saham,” ujar Kandi Sofia yang menjadi pembicara tunggal dalam workshop yang ditaja Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Padang itu.
Baca Lanjutannya…

Oleh: sonialis | 5 November, 2008

Menelisik Rumah Sewa di Padang Timur

Paviliun Biasa Rp2,5 Juta, Mewah Rp10 Juta
Susah mencari rumah kontrakan, atau kamar kos? Pusat Kota Padang punya banyak kawasan untuk tinggal sesaat–hitungan bulan dan per tahun—bagi keluarga muda yang belum memiliki rumah, pelajar mahasiswa, maupun pekerja muda dari daerah.
Penelusuran yang pernah wartawan koran ini lakukan, rumah kos dan rumah kontrakan (paviliun/rumah petak) itu dominan ada di Kecamatan Padang Timur, Padang Utara, Kuranji, Pauh, dan Lubukbegalung.
Kita coba menelisiknya di Padang Timur yang memiliki 10 kelurahan. Kos-kosan, dan paviliun ‘hanya’ berserak di tujuh kelurahan yakni; Sawahan, Sawahan Timur, Jati Baru, Jati, Andalas, Parak Gadang Timur, dan Ganting Parak Gadang.
Baca Lanjutannya…

Hari pencoblosan Pilkada (pemilihan kepala daerah) Padang tanggal 23 Oktober 2008, terkesan sepi alias adem ayem. Dari 13 kecamatan atau 104 kelurahan di Kota Padang, tidak terlihat antrean pemilih. Bangku tunggu yang disediakan pun jarang terisi, apalagi penuh diduduki. Seperti terlihat di TPS 10 bagi warga RT 01 dan RT 02 RW 007 Kelurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang Timur.

TPS-TPS di RW sudah resmi beroperasi sejak pukul 09.00, dan pencoblosan bisa dilakukan hanya sampai pukul 13.00 WIB. Setelah semua petugas (saksi, polisi, hansip, Ketua KPPS, petugas TPS) istirahat makan siang, dimulailah penghitungan suara. Itu dilakukan pukul 14.00 WIB.

Hingga pukul 15.00 WIB, dari informasi yang masuk ke redaksi Padek dan pantauan penulis via Padang TV, maka keunggulan masih dipegang calon incumbent Fauzi Bahar (dari PAN) yang berpasangan dengan Mahyeldi Ansharullah (dari PKS). “Suara sementara kemenangan pada Fauzi Bahar hingga 60 persen”, demikian kesimpulan yang diperoleh.

Indikasi kuat kemenangan Fauzi Bahar-Mahyeldi dapat dilihat pada hasil TPS-TPS, seperti di TPS 10 Kelurahan Kubu Marapalam. Penghitungan suaranya adalah: Fauzi Bahar 84 suara, Yusman Kasim 58, Mudrika 29, Jasrial 27 dan Ibrahim 5 suara. Jumlah suara yang masuk 206 dan 3 suara di antaranya tidak sah. (hsn)

Oleh: sonialis | 10 Oktober, 2008

Lebaran, Semua Tersenyum Lebar

Ketupat Hmmm, Lebaran memang 100 persen membuat senyum siapa saja, melebar. Baik anak yatim, anak piatu, orang fakir, orang miskin, pegawai, karyawan, dan lainnya. Mulai dari anak buah hingga bos, bahkan bigbos. He he he, semua orang tersenyum lebar. Yup namanya saja lebaran.

Hmm, ada apa hingga sebegitunya? Terang sajalah. Di bulan puasa hingga lebaran, orang-orang memberi dan menerima. Baik dengan niat ibadah maupun tak sengaja memasang niat (ups; maaf) mencari popularitas. Akhirnya, anak yatim piatu, fakir miskin mendapat berkah, mulai dari bantuan uang tunai, sembako, hingga seperangkat busana baru. Akhirnya, pegawai, karyawan dan lainnya mendapatkan THR.

Hm, mulai dari anak buah hingga bos, bahkan bigbos, semua mendapatkan THR. Pegawai terima THR resmi dari pemerintah, dan karyawan resmi dari menerima dari perusahaannya. Lho memang ada yang gak resmi? Ya iyalah, masak iya dong. Contohnya; bos dan bigbos surat kabar di daerah di seluruh Indonesia, hampir bisa dikatakan menerima THR tak resmi dari top manajemen kota dan kabupaten. Jumlahnya beragam mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta. Lumayanlah! (sonialis)

Oleh: sonialis | 23 September, 2008

Tabuh Bedug Depok

Lumayan, datang jauh-jauh ke Depok, tujuh penabuh bedug dari Kota Padang yang tergabung dalam kelompok Five Blitz, akhirnya hanya mampu menyabet juara tiga. Pada Festival Parade Bedug yang puncaknya digelar di Lapangan Brimob Kepala Dua Depok, Minggu (21/9), Five Blitz harus mengakui keunggulan penabuh bedug dari sanggar seni Al-Wasiat dari Banten, dan Bedug Mania dari Sumenep Jatim. Penonton, panitia dan juri yang menyaksikan penampilan Five Blitz memang mengakui kebolehan yang diperagakan anak-anak Padang. Tepuk tangan mengalir saat Five Blitz tampil dan turun panggung. Cuaca panas Depok tak jadi halangan kerumunan 40 ribu massa di depan stage. Five Blitz yang diotaki Syafri, Syahwan, Leva, Diansyah, Rudi, Fajri, dan Ribon, memakai gandang tasa sebagai alat musik instrumen tambahan mengiringi alat musik utama, bedug. Mereka tampil pertama kali di antara 11 finalis Pesta Akbar Parade Bedug yang sebelumnya telah digeber di 11 kota.

Oleh: sonialis | 15 September, 2008

mATI mELAHIRKAN

Bulu remangku masih berGIDIK mengingat-ingat penderitaan yang dirasakan seorang ibu muda yang mati karena melahirkan anak kedua mereka. Ibu muda itu adalah tetangga dekat rumah. Sebut saja namanya, Epi. Epi hamil dan jarang sekali terlihat ke luar rumah. Jarang terlihat jalan pagi ataupun sore di tepi jalan Banda Bakali. Katanya ingin melahirkan dengan operasi caesar. Tapi tetap saja seharusnya ibu muda itu harus berjalan-jalan agar lancar melahirkannya. Kisah nyata ini aku perdapat dari istri. Minggu (14/9), Epi dibawa suaminya, sebut saja Eldi, ke bidan. Sehari sebelumnya bukaan Epi masih saja dua. Saat di bidan bukaannya sudah delapan, tapi Epi terlihat sangat kepayahan dan kesakitan. Dia Menyatakan ke Eldi tak kuat lagi. Tapi bidan bilang sudah tanggung kalau bukaan delapan mau dioperasi pula. Akhirnya dengan susah payah, anak laki-laki itu lahir berberat 3,6 kg. Setelah itu stamina Epi langsung drop. Diperparah lagi, ternyata ‘anak kakak’ jabang bayi lengket di dinding rahim. Bidan pun mengoreknya dengan tangan. Pendarahan pun terjadi. Perut Epi kembali seperti kembung karena terisi banyak darah. Epi dilarikan ke klinik bersalin. Dia ditangani dokter dan dioperasi untuk membersihkan darah dan menghentikan pendarahan. Dokter bingung darimana asal darah sedemikian banyak di dalam perut Epi, dan tak bisa dihentikan. Malam, hari itu juga, Epi dioper ke RSUP. Kondisi terakhir banyak jarum suntik di sekujur tubuh Epi, seperti untuk berbagai infus, dan lainnya. Tenaga kesehatan sampai-sampai harus marameh (memeras) tabung infus agar cepat mengalirnya. Senin (15/9) pagi, istri pergi melihat kondisi Epi. Sekitar jam 09.00 WIB, aku dapat kabar, Epi sudah menghadap penciptanya. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Ini salah siapa? Ini dosa siapa? Jawabnya ada di hati kita. *

Oleh: sonialis | 11 September, 2008

SPAM GRATIS PDA, AKSI TIPU-TIPU

Hati-hati bila anda menerima email seperti dibawah ini:

Teman-teman yang terhormat,
Bersama ini disampaikan bahwa perusahaan kami bahwa Palm, Inc. yang Berkantor pusat di Sunnyvale, California US membuka kantor pemasaran di Jakarta untuk regional Asia Tenggara. Produk yang kami Pasarkan adalah PDA+GSM dan Pocket PC. Details produk kami dapat anda lihat di http://www.palm.com/id/products/smartphones/
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori